Iwan Merawat Indonesia

 

 

Di ketinggian 2.400 mdpl, Sabtu (14/5), Iwan Irawan bercerita perihal suramnya kesadaran kebanyakan orang merawat Indonesia. Ayah tiga anak itu hatinya gundah meratapi Indonesia yang dikaruniai alam indah dengan hamparan hutan dan gunung menjulang dengan tanah subur sebagaimana syair lagu Koes Plus dalam lagu “Kolam Susu”: tongkat kayu dan bayu jadi tanaman.

“Katanya pencinta alam, tapi malah merusak alam. Ada yang motong-motong pohon, buang sampah plastik sembarangan sampai pada mandi dan nyuci pakai sabun. Itu kan malah ngerusak,” jelasnya dengan nada prihatin.

Ia yang secara sukarela menjaga peturasan di pos Kandang Badak, Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP), Jawa Barat ini sejak 20 tahun lalu, memperhatikan betul bagaimana karakter para pendaki nusantara dalam menjaga kebersihan lokasi itu.

“Pernah ya, ada yang sudah diingetin berkali-kali eh masih aja buang sampah sembarang di lokasi sini. Ya udah saya bentak aja, ancam laporin ke petugas jagawana biar enggak boleh naik lagi ke sini (Gunug Gede),” ujar kelahiran 1969 ini dengan mimik serius.

“Bukan apa-apa, kalau kotor dan banyak sampah kan jadi merusak hutan. Kasian kalau ada yang mau naik lagi terus udah kotor. Gitu juga yang nyuci pakai sabun, kan ada airnya jadi tercemar, padahal di pos bawah ada yang perlu air. Lagian sabun juga ngeracunin binatang-binatang yang ada di sini kan,” katanya lagi.

Dalam keterangan yang diterakan di gerbang utama masuk kawasan ini memang disebutkan kawasan TNGGP masih dihuni hewan-hewan yang terancam punah. Seperti macan kumbang, owa jawa hingga tupai dan cerpelai. Belum lagi aneka jenis tumbuhan dan juga serangga endemik yang terancam punah.

Iwan mengaku, ketika ia pertama kali naik Gunung Gede di usia 11 tahun, kawasan ini masih sangatlah asri. Para pendaki yang mengajaknya mendaki selalu tertib menjaga setiap jengkal jalur yang dilalui tanpa meninggalkan sampah maupun merusak habitat.

Ia menceritakan sebagai warga lokal yang lahir di Cipanas, Jawa Barat hutan di kawasan ini sungguh berarti untuk memberikan kehidupan di lingkungannya. Kebanyakan warga yang berprofesi sebagai buruh tani (karena lahan sudah dimiliki orang kota) mengandalkan aliran air yang dihasilkan dari Gunung Gede-Pangrango. Air dibutuhkan untuk memberi kehidupan bagi sayuran ataupun padi yang ditanamnya.

Dilandasi pemikiran itu pula, Iwan mengajukan diri untuk ‘merawat’ alam Gunung Gede dengan menjadi penjaga peturasan. Ia bilang setiap pendaki ataupun pelancong selalu buang air besar dan air kecil. Kata Iwan, keduanya merupakan kebutuhan dasar manusia yang tak bisa ditunda sehingga besar kemungkinan bila tak ada tempat yang layak orang akan sembarangan membuangnya.

“Karena taman nasional udah buat tempatnya, makanya saya mau menjaganya. Tidak dipungut biaya tapi kalau ada yang mau bayar saya sediakan kotak. Lagipula kan enggak semua orang punya uang, kasian kalau dia mau buang hajat,” paparnya.

Sayangnya, meski sudah disediakan peturasan layak, ada saja pendaki yang berlaku tak layak. Ia pernah menemukan saluran pembuangan mampet lantaran tersumbat celana dalam. Lain waktu, ada yang mencemari tanpa menyiramnya. Kalau sudah begitu ia berjibaku untuk membersihkan agar kembali kayak pakai.

Walau atas kerjanya itu ia tak mendapat upah tetap dari TNGGP, ia tetap berkomitmen merawat alam sekitar TNGGP. Meski ia tahu betul, untuk menjaga hutan ini tak bisa dilakoninya sendiri tanpa partisipasi para pendaki. Ia berharap, langkahnya itu bisa mendorong para pendaki agar sadar betapa pentingnya menjaga kelestarian alam.

Dari ketinggian 2.400 mdpl itu Iwan merawat Indonesia.
(Ragunan, 2017)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s