Perempuanku

Anak kecil ini selalu membuat kejutan. Foto: @sirizka 1/60 sec F5.6 ISO250

Saban hari ada saja yang baru. Sore tadi, tiba-tiba ia menyapa dengan senyum merekah. Setengah berlari, kala menyambutku di depan pintu, perempuan yang April nanti genap 3 tahun itu melontarkan suara cadelnya. 

“Ayaaaahhh…..aku udah bisa doa dong….dengel yaaa…,” ungkapnya.

Sambil melepas sepatu, sayapun berusaha mendengar apa yang diucapkannya dengan terbata-bata. Sambil berdiri, ia pun melantunkan Al-Ikhlas ayat demi ayat. Bacaannya jauh dari tartil (sesuai hukum bacaan tulisan arab), tapi inilah kali pertama saya mendengarnya membaca surah ketiga terakhir dari kitab suci Al-Quran itu secara lengkap. Tentu saja, kecadelan perempuan cilik ini selalu mewarnai bacaan setiap ayatnya.

Selesai membaca tuntas, tak lupa ia selalu mengakhiri dengan pujian untuk diri sendiri. “Aku pintel kan yah?” sebuah pertanyaan yang harus dijawab dengan acungan ibu jari setiap ia melempar kata-kata itu.

Bagi perempuan berambut lurus ini, Al-Ikhlas adalah surah kedua setelah sebelumnya ia seringkali berdoa dengan menggunakan Al-Fatihah. Walau surah itu lebih panjang dari Al-Ikhlas, tampaknya lebih mudah baginya untuk mengikuti ayat-demi ayat. Bisa jadi ia menirukan sang Bunda yang seringkali membacakan surah itu dikala hendak pergi tidur. 

Sebulan sebelumnya, ia pun membuat kejutan yang tak disangka-sangka: ia meminta berkerudung saat ingin pergi keluar rumah. Alhasil, kerudung polkadot yang hanya satu-satunya milik perempuan ini, harus dikeluarkan dari pojok laci lemari. “Aku pengen seperti bunda,” begitu alasannya.

Tak ada paksaan ataupun iming-iming tertentu ketika ia berdandan seperti halnya wanita muslimah lain. Baginya, berdandan dengan kerudung semata agar mirip dengan apa yang dikenakan ibunya. Demi mewujudkan selera si kecil, dua-tiga kerudung kini sudah tersedia. Dari ketiganya, hijab favorit adalah yang berkelir pink dengan motif totol-totol merah itu.

Soal hijab ini, saya yakin betul bukan lantaran ia paham bagaimana wanita muslimah seharusnya. Maklum, usia 3 tahun belumlah akil balig yang jangankan berpikir untuk menjalankan perintah agama, sekadar untuk buang hajat saja ia belum mengerti betul. Walaupun, menurut pandangan saya, bagi muslimah, menutup aurat dengan berhijab, memang semestinya dilakukan. Perkara modelnya seperti apa yang dianggap benar, baiknya tidak saya ekplorasi lebih lanjut. Apa pasal? Selain saya bukan ahli tafisr lulusan pesantren atau sekolah agama islam tingkat tinggi, secara sadar, sayapun tak mau lancang untuk mengomentari hal-hal yang tidak pernah saya lalukan: memakai hijab persis anak saya itu.

Maka, sempat dag-dig-dug juga hati ini ketika banyak kalangan menyerukan hijab wajib bagi kaum muslim. Untunglah, ketika himbauan itu semakin kencang bergema, kemudian teman saya cepat-cepat mempertegas bahwa himbauan itu hanya berlaku untuk kaum muslim perempuan atau sebagaimana disebut dengan muslimah. 

“Jadi bukan untuk muslim ya, tetapi muslimah,” begitu kata rekan saya, sambil kembali mengulang pernyataannya itu.  

Mendengar penjelasan yang sangat menyakinkan itu, legalah hati ini. Karena bila himbauan itu tak diberikan pengertian lebih lanjut, maka bagi saya yang juga seorang muslim, bakal cilaka dua belas. Bisa dibayangkan, dengan wajah yang ditumbuhi rambut lantaran kodrat saya memiliki bulu hampir di sekujur tubuh ini (tak terkecuali muka), rasanya ada yang ganjil bila dikombinasi dengan kerudung melilit kepala saya menyisakan bidang muka yang dipenuhi dengan brewok. 

Maka, semakin mantap hati ini untuk mendukung penuh anak perempuan dan istri saya itu mengenakan hijab. Tak usahlah saya dan anak lelaki saya ikut-ikutan mengenakan penutup aurat itu. Bukan begitu?

(Ampera 2017)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s