Sadeli Anak Betawi

Ia membangun pusat dokumentasi budaya Betawi. Foto:@sirizka 1/80, f/3.5 sec ISO3200

Letaknya tak jauh dari salahsatu pusat perbelanjaan modern di Cilandak, Jakarta Selatan, Pustaka Betawi -begitu nama yang disematkan sang pendirinya- dibangun dengan semangat bergelora dan dana swadaya untuk mendokumentasikan budaya Betawi. 

Adalah Rachmad “Bening” Sadeli, lelaki kelahiran tahun 1974 di Tanjung Duren, Jakarta Barat yang mendirikan. “Sekarang koleksi buku soal Betawi udah ada 200-an deh. Dikelompokin sesuai dengan temanya. Ada sejarah, kesenian sampai profilnya orang-orang Betawi. Baru dapet lagi buku profil M.H. Thamrin, pahlawan Betawi,” tuturnya saat saya mengunjungi Pustaka Betawi, Sabtu (18/2).

Inilah kali kedua saya berkunjung ke sana. Di ruang yang menurut taksiran saya sekitar 3X3 meter itu, memang dijejali aneka buku, rak, dan beberapa perabotan masa silam. Kebanyakan buku berkisah soal Betawi. Ia mengaku, berburu buku-buku atau literatur soal Betawi tak mudah di dapat. Kalaupun ada, harganya mahal. “Ada juga yang ane gandain, seperti buku tentang perjuangan tokoh-tokoh Betawi yang dibuat Kodim (Komando Distrik Militer) ini,” ungkapnya seraya menyodorkan dua buku berkelir hijau.

Rachmad bukan orang baru buat saya. Kali pertama kenal, ketika ia menjadi reporter Majalah Motor sekitar awal tahun 2000. Tak ada kesan istimewa yang dibawa lulusan Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan (IKIP) Jakarta tahun 1999 ini. Mantan pemandu Pusat Peragaan IPTEK Taman Mini dan pengajar Sekolah Teknik Mesin ini justru terlihat ‘kampungan’: berdandan rapi di dunia wartawan otomotif, sesuatu yang sangat bertolak belakang dengan dunia pendidikan yang berpakaian rapi bercelana pantalon. 

Awalnya saya pun tak mengira, Rachmad orisinal dari Betawi. Justru setelah saya tak lagi sering berinteraksi dengan Rachmad, pada suatu pertemuan ia bercerita kalau ibunya Karnati dan bapaknya yang bernama Encad Sadeli (Tukang Ikan Tanah Abang), adalah warga Betawi, kelahiran Kemanggisan, Jakarta Barat. 

Berpostur layaknya tentara, Rachmad yang semasa meliput industri otomotif lebih banyak bergelut di dunia modifikasi mobil dan audio itu, juga tak terlihat sebagaimana layaknya orang Betawi asli yang bicaranya ceplas-ceplos. Kalau merujuk dari konsep Edward T. Hall, pakar antropolgi, terkadang Rachmad termasuk dalam golongan budaya high context culture: berkomunikasi dengan menggunakan simbol-simbol.

Namun, dibalik semua itu, dari beberapa kali berbincang dengannya setelah saya tak lagi berkecimpung di dunia yang sama dengannya, ternyata ia punya mimpi besar untuk merajut kembali budaya tanah kelahirannya.

“Ane bikin http://www.majalahbetawi.com, itu berita-berita soal Betawi, kebudayaan sampai profil orang-orang Betawi,” tuturnya lagi seraya menyebut, segala pendanaan dilakukan dari koceknya sendiri.

Atas jerih payahnya itu, nama Pustaka Betawi kini mulai terdengar di sejumlah warga Betawi yang punya perhatian sama terhadap budaya yang kini cenderung mulai tergeser kepinggiran. Teringatlah saya pada akhir tahun 2016 lalu saat sowan ke Pustaka Betawi. Tak sengaja, di rumah yang disulap jadi perpustakaan itu sudah duduk Kojek Rapper Betawi.

“Saya lagi mau bikin lagu baru, makanya ke sini cari bahan-bahannya. Terutama tentang permainan-permainan Betawi. Ini saya udah nemuin ada makalah yang ngebahas soal permainan Betawi,” ujar Kojek ketika itu.

Kini Rachmad semakin serius mendokumentasikan segala hal yang berkaitan dengan Betawi. Bersama sejumlah sejawatnya, ia tengah merancang agar budaya-budaya Betawi tercatat secara resmi di dinas pariwisata Pemerintah Propinsi DKI Jakarta. Dari daftar yang disodorkan ke saya, terbaca sejumlah kesenian hingga kuliner Betawi yang kini sudah semakin sulit ditemui, seperti Bubur Ase (Asinan dan Semur) misalnya. 

“Kita lagi susun nih bang, semoga aja bisa masuk daftar di Pemda DKI Jakarta,” pungkasnya.

Semoga atas jerih payahnya ini, Betawi bisa terus lestari…

(Ampera 2017)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s