Yana Beranak Enam

Yana, pedagang aneka makanan kecil di stasiun kereta Kota Tua. Foto: @sirizka 1/60 sec F/4.0 ISO125

Apa itu rezeki? Dulu saya selalu berpikir, rezeki selalu berhubungan dengan harta benda. Paling sedikit, bila orang bicara soal rezeki, bahasannya tak jauh dari berapa besar duit yang bisa dikumpulkan, dan berapa banyak uang yang bisa diraih. Saking seringnya mendengar orang membincangkan rezeki macam itu, tak sadar nilai itu pun tertanam dalam benak ini: rezeeki = uang.

“Kita masih bisa menghirup oksigen, masih bisa makan dan minum, juga masih bisa berjalan itu juga merupakan rezeki,” ujar Prof. Dr. Nasarudin Umar, imam besar Masjid Istiqlal, Jakarta yang bertausiyah di Masjid Baitul Makmur, Ampera pagi ini.

Seperti biasa, sang Imam memang kerap memberikan sedikit pambahasan ayat-ayat quran selepas shubuh di masjid lingkungan sekitar rumahnya ini. Seolah memberikan jawaban, pembahasan tadi pagi membawa saya pada ingatan seminggu sebelumnya di Kota Tua Jakarta, tepatnya di depan stasiun Beos.

Adalah Yana, begitu ia disapa, pedagang aneka makanan di depan satiun kereta itu. Ia tak sendiri, bersama pedangan makanan lain, ia menjajakan aneka gorengan, hingga pecel yang disajikan terbuka. 

“Saya sudah dagang sejak tahun 1999. Dulu masih boleh jualan di dalam stasiun. Istilahnya jemput bola deh, makanya lumayan. Kalau sekarang sih karena enggak boleh, jadi di luar nunggu aja,” sebut perempuan yang tinggal tak jauh dari stasiun kereta Jakarta Kota itu.

Sejak 1999 hingga 2017, Yana mengaku hanya sempat berjualan dikala akhir pekan. Maklum, sejak bersuamikan salah satu pegawai perusahaan ekspedisi nasional, ia kini sudah memiliki 6 orang anak. 

“Yah..namanya rezeki mas, dikasih sama Allah anak ya harus dirawat,” katanya seraya menebar senyum.

Bagi Yana, rezeki tak hanya soal berapa banyak uang yang bisa diraih. Meski ia mengaku, untuk berjualan ini ia harus mengeluarkan modal Rp500.000 dengan keuntungan antara Rp200.000. – Rp300.000, per hari, toh ia tak mengeluhkan uang yang diraihnya itu. 

“Biar sedikit yang penting kan halal ya mas. Rezeki saya punya anak 6 dan sehat-sehat semua. Yang paling besar sudah kerja di ITC Mangga Dua, lumayan bisa bantu-bantu keluarga. Kalau berharap gaji dari suami ya enggak cukup mas,” sambungnaya lagi.

Sesaat setelah ingatan itu timbul, tetiba sang Imam membawa saya kepada tausiyah ba’da shubuh ini dengan mengutip ayat: “Dan tidak satu pun makhluk bergerak (bernyawa) di atas bumi ini melainkan semuanya dijamin Allah rezekinya,” (QS Hud [11]: 6). 

(Ampera, 2017)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s