Nina Si Pendiri Greenna

 

Foto: @sirizka 1/80 sec f/3.5 ISO 100

Perawakannya sedang-sedang saja: tipikal perempuan Indonesia pada umumnya. Tingginya saya perkirakan tak lebih dari 165 cm. Perempuan Sunda ini awalnya berpikir bisa menjadi analis yang berkutat dengan peranti penelitian sebagaimana layaknya dalam laboratorium yang berdinding kaca dan dipenuhi aneka peralatan penelitian. Tetapi, pikiran itu kini harus dipendamnya dalam-dalam. Nina Nuraniyah -begitu nama perempuan ini- justru lebih asyik menekuni dunia sampah yang dikelolanya bersama penduduk Desa Cisalopa, Bogor.

“Terkadang saya kangen juga masuk ke lab, tapi buat apa ya sekarang?” sebutnya seraya tersenyum saat saya temui, Kamis (29/9).

Anak ke-7 dari 7 bersaudara ini memang harus merelakan ilmu pelajaran yang ditekuni selama berkuliah di Fakultas Biologi Institut Pertanian Bogor. Sejak ia memutuskan untuk terjun ke ranah pelestarian lingkungan, Nina kini lebih banyak berkutat untuk mengedukasi ibu-ibu di desa tempat tinggalnya kini.

Kelahiran Cisalopa, tahun 1983, begitu pengakuan Nina, sejak tahun 2001 mendirikan lembaga nirlaba bernama Greenna. Tujuannya: menjadikan Cisalopa sebagai desa yang bersih sekaligus memberdayakan para ibu di sana. Jadilah ia mengolah aneka sampah plastik menjadi kerajinan yang siap jual semacam: dompet, tas hingga aneka gantungan kunci.

“Semua bahan dasar dari Greenna dan ibu-ibu sini hanya membuatnya saja. Untuk setiap dompet yang dihasilkan, ibu-ibu mendapat Rp10.000. Terkadang ada yang bisa membuat sampai 10 dompet perhari,” tuturnya.

Ia menjelaskan, para ibu itu seperti ‘menabung’ di Greenna dengan membuat kerajinan dari bahan pembungkus plastik bekas. Salah satu anggotanya bahkan bisa memperoleh Rp700.000 per bulan.

“Ada yang mengambil uangnya, ada juga yang berupa sembako (sembilan bahan pokok). Tergantung gimana kebutuhan mereka,” ujarnya lagi

Nina bersama komunitas Greenna yang dibinanya itu juga mengumpulkan botol-botol plastik bekas untuk kemudian dicacah dan dijual ke pabrik peleburan plastik di daerah Ciseeng, Bogor. Untuk kualitas cacahan plastik yang bening, kelompoknya memperoleh Rp 10.000 – Rp14.000 per kilogram. Sementara kualitas di bawah itu, dihargai Rp 8.000 per kilogram.

Nina bukanlah orang baru di dunia lingkungan hidup. Semasa kuliah di IPB, ia sudah tergabung dalam lembaga nirlaba yang mengurusi konservasi hutan. Beberapa tahun bergabung, kemudian ia memutuskan untuk masuk ke lembaga swadaya masyarakat dari luar negeri yang mengurusi perlindungan hewan di Lampung.

“Tetapi saya hanya setahun di sana, kemudian saya mendirikan Greenna untuk mengolah sampah di Cisalopa ini,” tuturnya lagi.

Beruntung kedua orangtuanya mendukung kegiatannya ini. Apalagi, sang ayah merupakan salah satu pemuka agama di sana. Alhasil, ia bisa dengan mudah untuk menyebarkan informasi perihal penanganan sampah. Masuk melalui pengajian, hingga ke sekolah dasar SDN Cinagara 03, tempatnya bersekolah dulu.

“Kalau ustadz pengajian lebih banyak ngomongin soal surga dan neraka, saya lebih banyak bagaimana hidup di dunia perlu juga menjaga keseimbangan dengan manusia lain, Tuhan dan lingkungan. Yaitu dengan mengolah sampah seperti ini,” paparnya lagi.

Atas kegigihannya itu, Nina diganjar sejumlah penghargaan dari dalam dan luar negeri. Ia tercatat sebagai salah satu penerima Ashoka Innovation for the Public Award dan juga British Council. Nina juga dinobatkan sebagai salah satu Perempuan Inspiratif dari Tabloid Nova, tabloid perempuan terbesar di Indonesia.

“Saya senang kalau bisa mengajarkan sesuatu kepada orang lain dan melihat orang lain itu bisa. Itu priceless,” tutupnya.

(Ciganjur, 2016)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s