Ase Sang Pengabdi

  Logat Sundanya terasa kental. Ase….dengan semangat menceritakan bagaimana ia memulai kariernya sebagai guru di Cikopomayak. “Saya dapat surat keputusan dari menteri pendidikan untuk mengajar di Sekolah Dasar Negeri 03 di sini (Cikopomayak). Masih sepi banget, di sini kan kebon karet,” papar ayah empat putra ini.
Lelaki kelahiran Garut, Jawa Barat, 60 tahun silam ini pada mulanya tak sekadar mengajar murid-murid sekolah dasar. Maklum, pada tahun itu, menjadi guru bisa jadi merupakan profesi langka yang tak sembarang orang bisa mendapat legitimasinya. Apalagi, Cikopomayak bukanlah terbilang jauh dari jangkauan masyarakat kota. Bila menggunakan kereta komuter dari Jakarta -tepatnya Pasar Minggu-, paling tidak membutuhkan waktu hampir 2 jam. Kereta berganti di Stasiun Tanah Abang, dan dilanjutkan dengan menumpang Maja Express. Jarak 73 kilometer dari Jakarta, Desa Cikopomayak, masuk dalam area Bogor. Letaknya yang berdekatan dengan Propinsi Banten, menjadikan area kebon karet masa silam itu merupakan daerah yang sulit dijangkau. 

“Jalan masih becek dan tak ada listrik,” paparnya lagi.  

Meski kondisinya seperti itu, tak menyurutkan langkah Ase Subadri, Spd untuk memberikan pelajaran pada para siswa di daerah itu. Baginya, mengajar adalah pengabdian. 

“Mungkin sudah menjadi garis keturunan di keluarga. Karena bapak juga menjadi guru dan itu menurun ke saya sebagai anak tertua dari 6 bersaudara,” ungkap lulusan IAIN Sunan Gunung Jati, Bandung ini. 

Dulu, ia menceritakan, selepas mengajar, Ase kerap kali didapuk untuk melakukan kerja sosial lain, membina pemuda setempat hingga ikut berkegiatan bersama ibu-ibu PKK. “Saat itu saya masih bujangan, jadi ya ikut semua kegiatan biar enggak sepi,” ungkapnya seraya terkekeh.

Kini ase sudah pensiun dari mengajar di SD negeri 03. Namun, kini ia masih tetap aktif mengajar maupun mengelola Madrasah Ibtidaiyah (sekelas sekolah dasar) milik organisasi Muhammadyah. Madrasah ini pun sejatinya bukanlah sekolah baru yang ia tangani. Bila sebelumnya ia mengelola sebagai salahsatu pengurus, kini ia terjun langsung menjadi kepala sekolah di sana. “Masih banyak anak-anak di sini yang perlu menuntut ilmu,” ungkapnya mengakhiri obrolan siang itu. 

(Cikopomayak, 30 Juli 2016)

Advertisements

2 thoughts on “Ase Sang Pengabdi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s