Seruan Dalam Gerbong

  Pertama melihatnya sudah menarik perhatian saya. Bagaimana tidak, terakhir berkereta commuter line hampir setahun lalu. Itupun jurusan Pasar Minggu-Cikini. Kini, Ber commuter line dengan jarak yang lebih jauh: Pasar Minggu-Maja dengan transit di stasiun Tanah Abang. 
Belum lagi lima menit kereta melaju, tertumbuklah mata saya pada kegiatan yang dilakukan Adzan. Bertanya dalam hati, “luar biasa kini pelayanan commuterline hawa sejuk dan bersih di dalam dengan penyapu di dalam gerbong.”

Segera saya hampiri si penyapu ini. Bekalnya pengki dan sapu ijuk, M. Adzan, begitu nama yang tertera di dadanya, tetap tekun menyapu lantai gerbong kereta Maja Express. Adzan yang dalam bahasa Arab berarti “seruan atau ajakan” seperti tak peduli penumpang tidur atau berdiri, bagi Adzan kewajiban menyapu lantai gerbong tak boleh diabaikan. Warga Tangerang, Banten ini hanya sesekali berhenti di perbatasan antar gerbong untuk beristirahat. Bersama Aziz, rekannya, Adzan terkadang terlihat bersenda gurau dikala ngaso.

 “Kita cuma berdua,” tuturnya sambil menunjuk Aziz sang rekan yang sedang mengepel lantai gerbong.

Tak banyak yang ia ceritakan perihal dirinya. Saat dipotret, ia pun terlihat gugup. Taksiran saya, Adzan belumlah genap berusia 20 tahun. Berseragam rapi, dengan rambut kaku tersisir ke samping. Ketika saya tanyakan perihal keluarganya, dengan logat sunda yang terasa kental, ia menjawab. 

“Keluarga ada di Tangerang. Kalo PT (maksudnya perusahaan outsorce tempatnya bekerja) ada di Pasar Minggu. Saya lagi ditempatin di kereta ini,” ujarnya singkat. Memang ketika ngobrol dengannya tak banyak yang bisa diceritakan. 

Kereta commuter line Maja Express jurusan Tanah Abang-Maja (Banten) terus melaju. Penumpang silih berganti naik turun di setiap stasiun. Seperti tak peduli dengan bergantinya penumpang, Tak sampai lima menit obrolan dengan Adzan itu segera berakhir. Tangan yang terlihat berotot itu kembali mengayunkan sapu ijuk. Masih delapan gerbong lagi yang menanti sentuhan tangan lelaki murah senyum ini. Langkahnya menyusuri gerbong dengan menyapu, seperti seruan tanpa suara untuk mengajak siapa saja menjaga agar kereta bersih belaka.

(Cikopomoyak. 30/7/2016)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s